MODEL PEMBELAJARAN KHUSUS SAINS
Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur Sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar, dan dapat juga diartikan suatu pendekatan yang diggunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Jadi sebenarnya Model Pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan, Strategi atau Metode Pembelajaran. saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam Model Pembelajaran, dari yang sederhana sampai Model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya.
Ciri-ciri Model Pembelajaran
Secara Khusus ada beberapa ciri-ciri Model Pembelajaran diantaranya adalah :
1. Rasional teoritik yang logis yang disusun Oleh para para pencipta atau pengembangannya.
2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar
3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai
Berbicara Tentang Khusus, terdapat Model Pembelajaran yang Khusus pada Model Pembelajaran SAINS, diantaranya adalah PjBL dan Inquiry Learning, disini akan dijabarkan kedua Model Pembelajaran Khusus SAINS tersebut :
A. Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning)
Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) merupakan model belajar yang meng-gunakan masalah sebagai langkah awal dalam menggumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas Secara nyata.pembelajaran berbasi Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan yang kompleks yang diperlukan peserta didik dalam melakukan investigasi dan memahaminya.
Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dikatakan sebagai operasional Konsep " Pendidikan Berbasis Produksi"yang dikembangkan di sekolah Menengah Kejuruan. Pada Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki beberapa karakteristik yaitu :
1. Peserta Didik membuat Keputusan tentang sebuah kerangka kerja.
2. Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan Kepada Peserta didik.
3. Peserta mendesains mendesains Proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan.
4. Peserta didik Secara Kolaboratif bertanggung jawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan Masalah
5. Proses Evaluasi di jalankan secara Kontinyu
6.Peserta didik secara berkala melakukan refleksi
7. Produk akhir aktivitas belajar akan di evaluasi secara kualitatif
8. Situasi Pembelajaran sanagat tolerans terhadap kesalahan dan perubahan.
Kelebihan Pembelajaran Berbasis Proyek
a. Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta didik untuk Belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting dan mereka perlu untuk dihargai.
b. Meningkatkan kemampuan Pemecahan Masalah.
c. Membuat Peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan Problem-problem yang Kompleks,
d. Meningkatkan Kolaborasi
e. mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktekan ketrampilan berkomunikasi.
f. Meningkatkan ketrampilan peserta didik didalam mengelola sumber.
g. Memberikan pengalaman belajar kepada Peserta didik.
Kelemahan Pembelajaran Berbasis Poyek
a. Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
b. Membutuhkan Biaya Yang cukup banyak
c. Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan Kelas Tradisional, dimana Instruktur memegang peran utama di kelas,
d. Banyaknya Peralatan yang harus disediakan.
e. Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam melakukan percobaan dan pengumpulan informasi akan kesulitan.
f. Ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja kelompok.
g. Ketika topik yang diberikan Kepada Masing-masingKelompok berbeda-beda di khawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara keseluruhan.
Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek/ Project Based Learning ada beberapa peran Bagi Guru dan Peserta Didik dalam Pelaksanaan pembelajaran berbasis Proyek, antara lain :
1. Peran Guru
a. Merencanakan dan Mendesain Pembelajaran
b. Membuat strategi pembelajaran
c. Membayangkan interaksi yang terjadi antara Guru dan Siswa
d. Mencari keunikan Siswa
e. Menilai Siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian
f. Membuat Portofolio pekerjaan Siswa.
2. Peran Peserta Didik
a. Menggunakan kemampuan bertanya dan berfikir.
b. Melakukan Riset Sederhana
c. Mempelajari ide dan konsep baru
d. Belajar mengatur waktu dengan baik
e. Melakukan kegiatan belajar sendiri atau kelompok
f. Mengaplikasikan hasil belajar lewat tindakan
g. Melakukan Interaksi sosial (awancara, survey, observasi dan lain- lain.
B. Model Pembelajaran Inquiry Based Learning
Model Pembelajaran Inquiry Based Learning biasa disebut dengan Model Pembelajaran Pe-nemuan. Pembelajaran Inquiry membuat siswa untuk bisa menyelidiki dan mencari suatu masalah dengan cara yang sistematis, Kritis dan logis dan dianalisis dengan baik
Model Pembelajaran ini akan membuat siswa Lebih banyak berdiskusi untuk memecahkan masalah, dan model pembelajaran ini cocok untuk pembelajaran IPA karena siswa dituntut untuk meneliti suatu hal dengan Teliti.
Disini guru hanya menjadi Fasilitator yang membimbing siswa untuk menemukan suatu permasalahan yang diberikan, secara umum ada dua jenis pembelajaran Inquiry yaitu Model Pembelajaran Inquiry terbimbing dan pembelajaran Inquiry Bebas.
Kelebihan Model Pembelajaran Inquiry
1. Terjadi peningkatan kemampuan ingatan dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
2. Meningkatkan keterampilan siswa dalam pemecahan masalah pada situasi-situasi baru yang berbeda.
3. Membantu Guru secara simultan dalam meningkatkan kemampuan siswa.
4. Konsep dasar suatu materi pengetahuan pembelajaran akan dapat di ingat dan mengendap dengan baik dalam memori siswa.
5.Model Pembelajaran ini memungkinkan siswa mempunyai waktu yang cukup untuk meng-asimilasi dan mengakomodasi setiap informasi Relevan yang mereka peroleh, sehingga pengetahuan yang mereka miliki akan semakin mantap, luas dan mendalam.
Kekurangan Model Pembelajaran Inquiry
1. Permasalahan dengan waktu yang dialokasikan
2. Pembelajaran Inquiry yang dilakukan oleh siswa dapat melenceng dari yujuan semula karena mereka belum terbiasa melakukannya.
3. Akan terjadi hambatan oleh siswa jika siswa tersebut telah terbiasa menerima informasi dari guru.
4. Jika jumlah siswa didalam kelas terlalu banyak maka guru akan mengalami kesulitan dalam memfasilitasi Proses belajar Seluruh siswa.
Berdasarkan Ulasan atau Blog diatas Pertanyaan yang ingin saya ajukan adalah
1). Baiklah pertanyaan yang pertama Model PjBL adalah Model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam menggumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan berdasarkan pengalaman nyata, yang ingin saya tanyakan bagaimana menentukan pokok permasalahan didalam sebuah proses pembelajaran berdasarkan kehidupan nyata karena pengalaman tiap siswa berbeda-beda ?
2). Bagaimana mengatasi kelemahan yang terjadi pada Model Pembelajaran PjBL dan Model Pembelajaran Inquiry ?
3). Menurut anda Seberapa penting Model-Model Pembelajaran Khusus SAINS didalam Proses Pembelajaran IPA/SAINS ! Jelaskan menurut intuisi dan pandangan anda !
Terimah kasih atas ulasan a..
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 3. Menurut saya sebuah model pembeljaran it penting d gunakan saat model trsbt sesuai dengan materi yg sdang d ajarkan, cnth pada materi pmbjaran perkembngabiakan hewan dan tumbuhan bisa menggunakan model pembelajran berbasis proyek. Krena pembelajran ini mampu membuat siswa berkolaborasi dan meningkatkan cara komunikasi siswa. Terimah kasih..
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 3.
Menurut anda Seberapa penting Model-Model Pembelajaran Khusus SAINS didalam Proses Pembelajaran IPA/SAINS ! Jelaskan menurut intuisi dan pandangan anda !
Bagi saya penting karena abad 21 menuntut proses pembelajaran harus berpusat pada siswa (student centered), sedangkan pemerintah menerapkan k13 berdasarkan apa yg d tuntut oleh pembelajaran abad 21.. Model2 diatas adalah model yang perpusat pada siswa, sehingga dianjurkan utk diterapkan pada pembelajaran k13 supaya siswa lebih terampil,kreatif dan inovatif
Terima kasih
Menanggpi soal no 3.
BalasHapusModel pembelajaran, dipandang paling punya peran strategis dalam upaya mendongkrak keberhasilan proses belajar mengajar. Karena ia bergerak dengan melihat kondisi kebutuhan siswa, sehingga guru diharapkan mampu menyampaikan materi dengan tepat tanpa mengakibatkan siswa mengalami kebosanan. Namun sebaliknya, siswa diharapkan dapat tertarik dan terus tertarik mengikuti pelajaran, dengan keingintahuan yang berkelanjutan.
Assalamualaikum,
BalasHapussaya akan menanggapi pertanyaan no.3
menurut saya model pembelajaran khusus sains berperan penting dan sudah sesuai digunakan didalam pembelajaran sains. pemilihan model pembelajaran yang tepat akan membawa siswa belajar sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, pengajar harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.
1. Dari pengalaman peserta didik yang berbeda guru mencari inti masalah dan diintegrasikan antara masalah satu dengan masalah lainya, kemudian di peroleh inti masalah bersama yang kemudian guru mengarahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebagai fasilitator guru memberikan motivasi dan tanggapan yang baik terhadap berbagai respon teman-temannya yang lain.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Saya akan menjawab pertanyaan no 3.
BalasHapusBahwa model pembelajaran sains sangat penting karena sesuai dengan kurikulum negara kita yaitu k13 dimana pembelajaran berpusat pada siswa dan sangat cocok dng pembelajaran sains abad 21 yg menuntut siswa berfikir kritis, kreatif dan inovatif
Assalamualaikum
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Sangat penting karena model pembelajaran sains ini sngat cocok dengan kurikulum Indonesia yang menggunakan pendekatan saintifik. Dimana kegiatana utamanya adalah: mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Ke lima kegiatan ini ditemukan pada model pembelajaran sains.
Assalamualaikum, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor dua,
BalasHapusKelemahan Inquiri dan PjBL bagaimana mengatasinya ?
Dari kelemahan di atas menurut pendapat saya bisa diminimalisirkan dengan cara
1. usahakan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, itulah tugas guru memang mengarahkan dan membimbing agar waktu tidak terbuang sia-sia.
2. Fungsi guru lah disini berperan dan mengarahkan supaya materi tersebut tidak melenceng dari pembelajaran yang dipelajari hari ini.
3. Usahakan siswa berpikir dan mengeluarkan pendapat, apa pun pendapatnya diterima dulu. dan apabila salah di komen dengan cara baik-baik, agar siswa tidak kapok mengeluarkan pendapatnya, apabila melenceng , arahkan.
4. Apabila siswa terlalu banyak, guru berusaha untuk mengkondisikan kelas
Terima Kasih, Wasalamualaikum
Saya menanggapi pertanyaan no 2.
BalasHapusKelemahan model PjBL dan Inquiry menurut saya diusahakan dapat diatasi dengan cara :
a. diusahakan guru dapat disiplin terhadap alokasi waktu yang telah direncankan sesuai dengan RPP.
b. Guru selalu mengarahkan dan membimbing siswa sesuai dengan apa yang dipelajari karena guru tetap memegang kendali dalam proses KBM
c. ketika kegiatan melakukan kerja proyek diharapkan guru kreatif dan inovatif agar siswa bisa memanfaatkan peralatan & bahan yang berada disekitar siswa.
d. guru menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan