Rabu, 28 Februari 2018

Efektivitas Model Pembelajaran Quantum dalam pembelajaran Sains

Efektivitas Model Pembelajaran Quantum 
dalam Pembelajaran Sains


    Pembelajaran Quantum merupakan istilah yang merupakan terjemahan dari bahasa asing yaitu "Quantum Learning". menurut Deporter, dkk (2010). quantum learning adalah Kiat, Petunjuk, Strategi dan seluruh Proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat,serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan bagi orang lain. 
     Quantum Learning berakar dari upaya Dr.Georgi Lazanov, Seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai "Suggestology" atau Suggestpedia". Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar dan setiap detail apapun memberikan Sugesti Positif atau negatif (Deporter dan Hernacki, 2016).
    Dengan demikian, pembelajaran kuantum dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa.
    Selanjutnya, Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:30) mengungkapkan mengenai karakterisitik dari pembelajaran kuantum (quantum learning) yaitu sebagai berikut.Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai. 
1. Pembelajaran kuantum lebih bersifat konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis, dan atau maturasionistis.
2. Pembelajaran kuantum berupaya memadukan (mengintegrasikan), menyinergikan, dan mengkolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks pembelajaran.
3. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar transaksi makna.
4. Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
5.Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
6. Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
7. Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. Konteks 8. pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis.
9. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
10. Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
Asas Utama Pembelajaran Quantum Learning
     Menurut De porter. B (2004). Asas utama Quantum Learning adalah " Bawalah dunia mereka kedunia kita antarkan dan antarkan dunia kita kedunia mereka". Dari asas utama ini, dapat disimpulkan bahwa langkah awal yang harus dilakukan dalam pengajaran yaitu mencoba memasuki dunia yang dialami peserta didik, cara yang dilakukan seorang pendidik meliputi :untuk apa mengajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, maka dapat membawa mereka kedalam dunia kita dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. “Dunia kita” dipeluas mencakup tidak hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari kedalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran Quantum Learning
  Ada 5 prisip Quantum Learningg yaitu:
    a. Segalanya berbicara
         Artinya segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru, dari kertas yang dibagikan hingga rancangan pembelajaran, semuanya mengirimkan pesan belajar.
    b. Segalanya bertujuan
         Semuanya yang terjadi dalam proses belajar mengajar mempunyai tujuan.
    c. Pengalaman sebelum pemberian nama
        Berarti sebelum mendefinisikan, membedakan, siswa terlebih dahulu telah  memiliki atau telah diberikan pengalaman informasi yang terkait dengan upaya pemberian nama.
    d. Akui setiap usaha
      Berarti apapun usaha yang telah dilakukan siswa haruslah mendapat pengakuan dari guru maupun siswa lainnya.
    e. Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan
     Setiap usaha belajar yang dilakukan layak untuk dirayakan untuk memberi umpan balik dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
   Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Quantum
Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:18-19) dalam bukunya yang berjudul ”Quantum Learning” juga menjelaskan mengenai keunggulan dan kelemahan dari pembelajaran kauntum (quantum learning) yaitu sebagai berikut.
Keunggulan
1. Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
2. Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
3. Pembelajaran kuantum lebih konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis.
4. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
5. Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
6. Pembelajaran kuantum sangat menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
7. Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
8. Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
9. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
10.Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
Kelemahan 
1. Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
2. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yag memadai tidak selalu bersedia dengan baik.
3. Karena dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa baik berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian dll, maka dapat menggangu kelas lain.
4. banyak memakan waktu dalam hal persiapan.
5. Model ini memerlukan ketrampilan guru secara khusus karena tanpa ditunjang hal itu proses pembelajaran tidak akan efektif .
6. agar belajar dengan Model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik maka perlu ketelitian dan kesabaran itu diabaikan sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.

berdasarkan Uraian Diatas Penulis Ingin mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya
 1. Mengapa didalam pembelajaran Quantum lebih menekankan Nilai dan Keyakinan didalam Proses Pembelajaran/Belajar Mengajar ?
2. Dr. Georgi Lazanov Mengatakan sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar dan setiap detail apapun memberikan Sugesti Positif atau negatif , yang ingin saya tanyakan mengapa demikian dan jelaskan ?
3.Seberapa efektifkan Model Pembelajaran Quantum didalam pembelajaran Sains jelaskan ?

4 komentar:

  1. terima kasih. menjawab nmor 3 menurut saya seberapa efektifnya model pembelajaran quantum adalah seberapa kreatifnya dan memahami langkah"nya seorang guru menerapkan model ini. sehingga akan efektif model yang digunakan.

    BalasHapus
  2. Menanggapi soal no 3.
    Menurut saya itu semua tergantung dari gurunya untuk mengefektifkan pembelajaran model kuantum ini. Sebelum menerapkannya guru harus benar benar menguasai dan memahami model ini, agar pada saat penerapannya, bisa berjalan seperti yang di harapkan.

    BalasHapus
  3. sharing untuk pertanyaan nomor satu pak putra. sebelumnnya saya perjelas bahawa nilai dalam QT bukan lah nilai angka hasil ujian atau evaluasi tapi nilai2 positif yang didapat oleh siswa selama belajar. dalam kuantum menekan kan nilai dan keyakinan akarena dengan keyakinan bisa akan suatu hal maka siswa akan berusaha dengan berbagai cara nya sendiri utnuk mendapatkan pengetahuan tersebut. begitu pula sebaliknya jika dari awal sudah pesismis maka apapun metode yang digunakan siswa ttp tidak akan merespon dgn baik. sepenting itulah nilai dan keyakinan yang harus dimiliki dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
  4. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3 yaitu Seberapa efektifkan Model Pembelajaran Quantum didalam pembelajaran Sains jelaskan ? Menurut saya efektif atau tidak nya model yang digunakan tergantung dari guru dan siswa tersebut sehingga jika guru dan siswa tersebut dapat saling bekerja sama dalam mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut maka model tersebut dapat efektik dilakukan mungkin juga dengan mengikuti setiap langkap nya yaitu pada model quantum ini dikenal dengan istilah TANDUR

    BalasHapus

Efektivitas Model Pembelajaran Quantum dalam pembelajaran Sains

Efektivitas Model Pembelajaran Quantum  dalam Pembelajaran Sains     Pembelajaran Quantum merupakan istilah yang merupakan terjemah...